Bubarkan FPI! Bubarkan juga Ansor! …. Gitu Aja Kok Repot!

Setelah aksi penyerangan kelompok Front Pembela Islam (FPI) terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKB), muncul desakan pembubaran FPI dari berbagai kalangan. Bahkan lebih dari itu, kelompok massa lain seperti GP Ansor ataupun Garda Bangsa juga melakukan tindakan yang lebih tepat disebut aksi balas dendam terhadap FPI. Di beberapa daerah fasilitas dan atribut FPI di rusak.

Fenomena ini tentu menjadi sebuah lelucon yang layak untuk ditertawakan. Sebab, apa mungkin kita menuntut pembubaran suatu organisasi tertentu yang melakukan kekerasan dengan cara kekerasan pula. Aneh dan lucu kan? Kita marah terhadap orang lain karena melakukan aksi kekerasan, kemudian kita menuntut mereka dengan menggunakan kekerasan pula. Ini tentu bukan contoh yang baik.

Sehinggakalau FPI harus dibubarkan karena tindakannya, maka Ansor dan Garda Bangsa juga harus dibubarkan. Karena mereka semua sama saja! Pintarnya hanya ‘meneriaki’ orang lain tanpa mampu bercermin pada diri sendiri. Jadi bubarkan saja FPI, Ansor, Garda Bangsa dan semua yang suka bikin onar. Gitu aja kok repot…!

Fenomena seperti cukup memalukan bagi kita sebagai suatu bangsa. Kadang kala kita hanya pintar melihat kekurangan orang lain, tetapi mata kita ‘dibuatakan’ terhadap kekurangan diri sendiri. Kita juga sudah mempertontonkan bahwa kita-kita ini adalah manusia yang sangat lemah dalam mengontrol dan mengendalikan emosi. Sedikit-sedikit marah! Persoalan sedikit mengamuk! Masalah sepele merusak!

Persoalan FPI dan permasalahan yang mengikutinya menggambarkan susahnya mencari institusi yang dapat dipercaya dan juga susahnya kita mempercayai institusi yang ada. Aksi yang ditunjukkan FPI dengan mengambil tindakan sendiri menunjukkan bahwa mereka tidak melihat ada institusi yang dapat dipercaya untuk mengambil peran untuk menyelesaikan masalah, termasuk mempercayakan kepada Polri.

Dari tayangan TV di saat kejadian, aksi kekerasan yang berlangsung bukanlah tanpa sepengetahuan polisi. Di saat kejadian, ada aparat yang berada dilokasi kejadian, tetapi mereka tidak berdaya. Jadi, apa sesungguhnya yang terjadi? Pembiaran, persekongkolan, atau ketidakmampuan? Entahlah!

Satu hal lagi yang perlu direnungkan adalah keberadaan berbagai ormas keagamaan. Jika keberadaan ormas-ormas hanya untuk mempercajam jurang perbedaan antara kelompok umat, maka tentu ini tidak produktif dan layak untuk ditinjauh eksistensinya. Akar masalah yang dipersoalkan FPI adalah dukungan yang diberikan AKKB terhadap Ahmadiyah. Jadi singkat saja, kalau tidak ada Ahmadiyah, tidak ada masalah seperti ini.

Keberadaan ormas menurut hemat penulis cendrung untuk melembagakan perbedaan. Meskipun seringkali dikatakan sebagai sesuatu yang wajar. Berbeda memang sudah merupakan sunnatullah, tetapi mempertajam perbedaan mesti dihindari. Tengok saja, istilah warga NU, warga Muhammadiyah, warga Ammadiyah dan lainnya. Istilah tersebut bahkan termanifestasi dalam sistem politik. Ada partai orang NU, ada partai orang Muhammadiyah. Bahkan hingga persoalan ibadah persoalan ormas ini terbawa-bawa. Lahirlah hari lebaran bagi warga NU dan hari lebaran bagi warga Muhammadiyah.  Bukankah mereka semua umat Islam? Keberadaan ormas kadang kala melahirkan egoisme dan fanatisme. Menganggap diri dan kelompok yang benar, dan orang lain tidak benar.

Sebutan-sebutan seperti ini bagi penulis sangat rawan menimbulkan pertentangan dan gesekan. Jadi, apa masih perlu diteruskan?

10 Tanggapan

  1. wah smpean kok emosi juga?gimana kalo blog ini dibubarkan sekalian?? hehehe

  2. FPI = Front Preman Indonesia
    TPM = Tim Pembela Munafik

    Tolong jgn menggunakan nama Islam atau Muslim di situ. Setiap kali menggunakan nama Islam/Muslim berarti preman2 tersebut menghina Islam.

    Sudah bukan rahasia umum FPI menarik upeti dari pengusaha terutama pengusaha hiburan malam yang ada di daerah kekuasaan mereka. Aksi penghancuran oleh FPI disetiap perayaan hari raya tertentu hanya ditujukan kepada mereka yang tidak memberi upeti atau upetinya kurang. Sebagai peringatan bagi pengusaha lainnya untuk membayar upeti tepat waktu dan dalam jumlah yang sesuai.

    Buat TPM, jgn pake nama Muslim. Krn anda selalu membela mereka2 yang preman dan teroris aja. Waktu anda membela pelaku pengeboman yg kebetulan beragama islam, gimana dengan korban pengeboman yang juga beragama Islam? Apakah derajat korban lebih rendah dari pelaku pengeboman? Apakah di Islam mengajarkan segala cara untuk mencapai suatu tujuan? Ingat kita sedang tidak berperang.

    Mengapa TPM tidak membela korban2 pengeboman teroris atau pemukulan FPI yang bergama Islam, malah membela pelaku pengeboman dan pelaku kekerasan.

    Masih layakkah TPM menyandang NAMA MUSLIM di belakangnya?????????????????????????????????
    Wahai Preman-preman yang menyandang gelar SH dibelakang anda, segera bertaubat sekarang juga. Sebelum murka Allah SWT menimpa kalian, para Preman berjubah dan bergelar SH

  3. ada nu, ada muhamaddiyah, ada persis. tidak apa-apa itu cuma lembaga dakwah saja.mereka itu saudara seiman juga yaitu Islam.tentunya Islam yang sesuai dentgan tuntunan Al-quran dan Sunnah Nabi Muhammad S.A.W.Yang kagak boleh adalah ada agama yang bikin penistaan terhadap agama lain, semisal ahmadiyah yang jelas-jelas menodai agama Islam.
    Cory ya abdulah FPI dan TPM gw pikir masih dibutuhin di Indonesia, boat ngehancurin orang-orang yang mao bikin Islam nyeleneh.Coz merekalah yg dgn nyata membela Islam. Emang FPI melakukan perusakan sarang-sarang maksiat,tapi sblum bertindak mereka telah melakukan tahap-tahapan proses sebelum hal tersebut terjadi.Cuman media cetak n elektronik hanya menampilkan aksi kekerasannya saja, tanpa menampilkan proses-proses sebelumnya.Media cetak n elektronik jg lupa kali ama bantuan FPI dalam membantu korban tsunami di Aceh.

  4. organisasi2 ini perlu kalo tujuannya dakwah aja..

    klo ada militerisasinya itu harus dilarang..

    klo ada tindak kekerasan ya memang harus dibubarkan dan dikenai sangsi..(apapun alasan kekerasannya)

    klo ngeyel.. DORRR!!!

  5. jangan liat dari sisi negatifnya.
    liat dari sisi positifnya.
    sesama umat muslim harus bersatu !!

    maaf sebelumnya.

  6. Kami menolak FPI dibubarkan, agar terlihat pengejewantahan dari At Taubah (9) ayat 97.

  7. DI ALKITAB – AMSAL NABI SULAIMAN
    FPI itu orang Bijaksana / Bodoh menurut nabi Sulaiman???
    Jawab Nabi Sulaiman :
    12:16. Kalau orang bodoh tersinggung, saat itu juga ia menyatakan sakit hatinya; tapi orang bijaksana tidak peduli bila dicela.
    13:16. Orang bijaksana berpikir dahulu sebelum bertindak; orang bodoh mengobralkan kebodohannya.
    14:15. Orang bodoh percaya kepada setiap perkataan, orang bijaksana bertindak hati-hati.
    14:17. Orang yang suka marah bertindak bodoh; orang bijaksana bersikap sabar.
    14:29. Orang bijaksana tidak cepat marah; orang bodoh tidak dapat menahan dirinya.
    18:13. Menjawab sebelum mendengar adalah perbuatan yang bodoh dan tercela.
    20:3. Hanya orang bodohlah yang suka bertengkar; sikap yang terpuji ialah menjauhi pertengkaran.
    23:9. Janganlah menasihati orang bodoh; ia tidak akan menghargai nasihatmu itu.
    26:11. Seperti anjing kembali kepada muntahnya, begitulah orang bodoh yang mengulangi kebodohannya.
    29:9. Kalau orang bijaksana dan orang bodoh berperkara, orang bodoh itu hanya mengamuk dan tertawa sehingga menimbulkan keributan.
    29:11. Orang bodoh marah secara terang-terangan, tetapi orang bijaksana bersabar dan menahan kemarahan.
    29:22. Orang yang cepat marah membuat banyak orang bertengkar dan berdosa.
    29:27. Orang baik tidak senang dengan orang jahat; orang jahat membenci orang baik.

  8. paino @
    kalau kamu ditampar pipi kirimu berikanlah pipi kananmu

  9. FPI memang perlu d bubarkan
    bukan berarti kalo da membantu korban tsunami mereka da d anggap baik, blm tentu mereka melakukannya dengan ikhlas.
    mungkin d maksud tertentu???????
    sory ya FPI…………!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: