Aduh,… IPA Bikin Was-was dalam Ujian Nasional!

Ujian Nasional 2008 tinggal menghitung hari. Minggu depan, siswa SMA sudah berhadapan dengan ujian. Segala daya dan upaya telah di lakukan. Try out hingga berkali-kali, bimbingan belajar intensif, dan tambahan jam belajar telah dilakukan. Doa-doa ampuh yang diyakini dapat membantu meluluskan juga sudah dipanjatkan. Nah…apakah itu berarti predikat lulus akan juga segera diraih selepas ujian. Tunggu dulu! Inilah masalahnya! Meskipun berbagai usaha sudah dikerahkan, rasa was-was tetap ada. “Lulus..tidak…lulus…tidak..!” itu yang ada di kepala sejumlah siswa saat ini dan tidak menutup kemungkinan akan menghantui hingga beberapa waktu mendatang.

Perasaan itu didasarkan pada sejumlah uji coba yang dilaksanakan di berbagai daerah. Sebagai sampel mari kita adalah hasil Try Out Ujian Nasional yang dilaksanakan UNM bersama Pemda Luwu Timur Februari lalu. Tingkat kelulusan dalam Try Out tersebut  tergolong sangat rendah. Angka ketidaklulusan tertinggi disumbangkan mata pelajaran IPA Terpadu. Sebagai gambaran, untuk tingkat SMP Try Out tersebut diikuti 42 sekolah negeri dan swasta. Dari jumlah tersebut terdapat 36 sekolah yang memiliki tingkat kelulusan 0 % (nol persen) untuk bidang studi IPA. Hanya enam sekolah yang dapat meluluskan siswanya, itupun dengan persentase yang tergolong kecil. Sekolah yang meraih angka kelulusan tertinggi IPA terpadu hanya berhasil meluluskan siswa  42,48 %. Secara umum, angka ketidaklulusan siswa dalam Try Out yang berlangsung di bulan Februari lalu mencapai 96, 71 %. Fantastis, bukan! Dari satu kabupaten hanya 3,29 % yang bisa lulus!

Apa mungkin ini bayangan pencapaian ujian nasional 2008 untuk IPA? Tentu kita tidak berharap demikian. Tetapi, efek dari hasil itu diharapkan menjadi pelecut bagi siswa, guru, dan orang tua untuk berbenah sehingga di ujian yang sesungguhnya, hasil memuaskan dapat dicapai.

Hasil survey terhadap siswa, memang menunjukkan IPA Terpadu sebagai pelajaran yang dianggap sulit dan berpotensi menjadi penyebab ketidaklulusan mereka. Delapan dari 10 siswa mengatakan pelajaran IPA paling sulit diantara pelajaran yang diujikan.  

Setidaknya ada tiga hal yang menjadi penyebab hal di atas.

  1. IPA Terpadu menjadi pelajaran yang baru diujikan dalam ujian nasional, setelah vakum beberapa tahun diujikan secara nasional. Dari sisi prediksi dan materi yang diujikan, siswa maupun guru memiliki referensi yang kurang dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.
  2. Materi yang harus dikuasai siswa (kata siswa, pen.-) terlalu banyak. Ini wajar mengingat IPA Terpadu untuk SMP memang terdiri atas tiga bidang studi, yakni Biologi, Kimia, dan Fisika. Tetapi suatu hal yang menjadi catatan, di SMA pelajaran ini sudah berdiri sendir dan diujikan secara tersendiri. Hasilnya? Tidak jauh berbeda dengan SMP. Jadi, nampaknya argumen kedua ini cukup lemah.
  3. Mata pelajaran IPA secara tradisi memiliki stigma sebagai mata pelajaran yang sulit di mata siswa. Selain materi IPA, siswa juga dituntut untuk memiliki pengetahuan matematis yang memadai, utamanya untuk menjawab soal hitungan Fisika. Tetapi memberi stigma demikian dapat menjadi masalah jika rasa sulit senantiasa menghantui. Hal mudah pun bisa jadi sulit jika “dicap” sulit. Apalagi yang nyata-nyata sulit. Bukankah begitu?

 Dalam menghadapi situasi ini, maka siswa hendaknya:

  1. Optimis dan percaya diri. Ingat optimis, bukan over confidence! Kepercayaan diri ini dibutuhkan untuk menumbuhkan keyakinan  atas potensi dan kemampuan kita dalam situasi apapun.
  2. Hilangkan semua perasaan was-was, gelisah, tidak tenang jika ada di dalam hati Anda. Emosi negatif tersebut jika ‘dipelihara’ tidak akan pernah menolong, malah sebaliknya dapat mencelakakan. Jadi, buanglah jauh-jauh!
  3. Lupakan semua hasil-hasil negatif yang pernah didapatkan selama uji coba. Ingat itu hanya latihan! Yang paling penting adalah persiapan agar pada ujian yang sesungguhnya Anda bisa lulus.
  4. Yakinkan diri Anda bahwa kamu bisa dan mampu ‘berhadapan’ dengan pelajaran apapun dan seberat apapun. Hilangkan stigma IPA sebagai momok. Tidak pelajaran yang jadi momok, itu yang harus Anda pegang. Kalau kamu menilai IPA susah, nyatanya sangat banyakorang yang ahli di bidang IPA. Jadi, IPA itu tidak susah kan karena terbukti orang bisa ahli? Kalau orang lain bisa, kenapa kamu tidak bisa? Ya pasti bisa dong! Paling tidak dibisa-bisakan, itu masih lebih bagus ketimbang ketakutan.

Jadi, kesimpulannya! Kamu Pasti Bisa! Ingat, ketika kampanye di tahun 2004, SBY-JK mengusung slogan Bersama Kita BIsa. Terbukti mereka berhasil memenangi Pilpres. Untuk kalian yang akan ujian, sekarang berteriaklah dengan kencang Saya Pasti Bisa!. Tentunya bisa karena belajar ya… bukan bisa karena berteriak. he..he… Selamat…! selamat…!

4 Tanggapan

  1. wahh… sepertix tulisan bapak harus di copy k semua siswa deh.. biar d tempel d kamar masing2.. biar semangat…

  2. tulisannya buat siswa optimis dlm menunggu un

  3. wah mas apalagi saya IPA SMA lbh bnyak lg babnya,apalagi udah tinggal 4 hari lagi. Mohon Doanya Agar Saya Lulus ya.AMIN.

  4. aLhamduLiLLah akhirnya UN sLsai jg..tnggL bdoa mga smua’a LuLus.amiin.wat anak smp yg mau UN.. smAngAdh y..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: