DPR Gugat Slank, KPK Beri Bukti

                Mau tau gak mafia di senayan/

               kerjanya tukang buat peraturan/

               bikin UUD ujung-ujungnya duit/

 

Begitu bunyi satu bait lirik lagu slank yang membuat telinga ‘anggota DPR  memerah’. Melalui publikasi di media massa, DPR bahkan mewacakan untuk menuntut slank. Padahal, jika dicermati selacara menyeluruh syair lagu yang berjudul “Gosip Jalanan” itu, Slank secara lugas memberikan kritikan bukan hanya kepada DPR, tetapi juga kepada tentara, peradiran, dan lembaga pemasyarakatan. Suatu hal yang tentunya amat menarik ketika reaksi pertama ditunjukkan DPR. Apakah mereka betul-betul jauh dari apa yang ‘dituduhkan’ slank sehingga reaksi muncul begitu cepat?

 

Karya seni seperti lagu, puisi, karikatur hingga lukisan sejak dulu telah menjadi salah satu media ekspresi untuk menyampaikan kritik. Iwan Fals terkenal sebagai salah seorang seniman yang kerap melontarkan kritikan termasuk kepada anggota DPR.

 

Wakil rakyat seharusnya merakyat/

Jangan tidur waktu sidang soal rakyat

Wakil rakyat bukanlah paduan suara/

 

Lirik lagu Iwan Fals tersebut jelas mengandung nilai kritik bagi anggota DPR. Bahkan, kritikan semacam itu boleh dikatakan sangat berdasar, termasuk dalam konteks masa kini. Demikian pula dalam puisi-puisi karya Rendra maupun Taufik Ismail yang kadang kala sarat dengan nilai kritik. Nah, kalau kalau setiap karya seni yang bernilai kritik juga harus disumbat, dengan apalagi kita harus mengekspresikan ‘kekesalan’.

 

Persoalannya, apakah kritikan semacam itu harus ditanggapi dengan reaktif seperti yang ditunjukkan anggota DPR? Apalagi kritikan yang lahir dari karya seni. Menyumbat ekspresi pekerja seni dengan gugat menggugat hingga ke pengadilan rasanya kurang logis, apalagi jika yang diekspresikan itu sesuatu sebetulnya juga sudah diketahui oleh umum.

 

Melihat syair lagu dari Slank di atas, kelihatannya yang ‘menyakitkan’ bagi anggota dewan adalah tudingan membuat peraturan yang ujung-ujungnya duit. Apakah tudingan itu salah? Mari kita tanyakan ke anggota dewan. Apakah dalam perumusan undang-undang anggota DPR betul tidak menerima honor, misalnya sebagai Pansus, atau tidak menerima honor untuk bersidang?

Tentu kita sepakat bahwa instropeksi diri jauh lebih bagus ketimbang kebakaran jenggot. Ibarat pepatah tak akan ada asap jika tak ada api. Jadi, kalau tudingan Slank itu adalah asap, lebih anggota DPR mencari sumber apinya dan memadamkannya ketimbang terus menerus ‘mengusir’  asapnya.

 

KPK Seolah Memberi Bukti

Ketika DPR disibukkan dengan upaya menangkis tudingan Slank, Komisi Pemberantasan Korupsi seolah memberikan angin bagi Slank dan sekaligus pembuktian bagi masyarakat awam. Al Amin Nur Nasution, salah seorang anggota DPR ditangkap dengan sangkaan menerima suap dari pejabat pemerintah salah satu daerah di Sumatera.

Kalau anggota DPR dan keluarga merasa sakit hati karena memperoleh tudingan Slank, tentu masyarakat yang melarat juga berhak untuk sakit hati menyaksikan wakil yang mereka pilih justru menerima suap yang berasal dari uang rakyat. Ya, bagaimana perasaan mereka yang didera penderitaan karena kemiskinan, sementara uang daerahnya dipakai untuk menyuap anggota DPR.

Jelas sakit hati pula!

 

Penangkapan anggota DPR tersebut, meskipun belum sepenuhnya terbukti melalui proses hukum merupakan ‘tamparan’ baru bagi anggota DPR. Masyarakat bisa saja langsung tunjuk hidung ke mereka, “itu buktinya, anggota DPR tertangkap!”.  Jadi, biarkan kritikan itu terus bergulir, kalau memang anggota DPR terbukti bersih, waktu yang akan membuktikannya dan masyarakat yang memberi penilaian.

 

5 Tanggapan

  1. Memang benar DPR itu hanya pintar memeras uang rakyat.
    Ga tahu malu, muka tembok ,munafik. DPR kebanyakan isinya srigala-srigala yang rakus, serakah masalah duit, kebanyakan hidung belang. Cuman duit yang ada di otak mereka. Negara bangkrut karena mereka. Aku heran, orang bodoh dan serakah kok dipilih? Bubarkan saja itu DPR= Dewan Pengkorupsian Rakyat.

  2. gw pribadi oi and slankerz merasa bangga dg syair2 tsb.
    DPR nya tersinggung ya😀 Emg kenyataanya begitu pak DPR, Liat aja hasilnya tuh Di title KPK beri bukti😀

  3. gw setuju bgt slank bikin lirik yang mengkritik para pejabat memang pejabat itu rakus hanya berfikir untuk pribadinya sendiri.sekarang ini yang namanya wakil rakyat itu juga mewakili kekayaan rakyat.pejabat itu udah di kritik kog gak ada perubahan ya..kapan indanesia bisa maju….

  4. begh, dpr ngapain takut,
    tinggal buat aja KPK yang lainnya, yaitu Komisi Perlindungan Koruptor.

  5. alah…….
    g’ usah so’ ……….
    dasar DPR munafik…..
    pake marah – marah segala…..
    law kenyataannya mang gitoe….
    g’ usah mengelak lagie dech……
    ngaku z law angggota DPR toe……….
    mang dasarnya pemakan uang rakyat……
    udah di gaji gede…..
    masih z makan uang rakyat………
    bener banget toe slank………
    kalian bikin z lagu yang bikin orang2 DPR tersinggung
    biar mereka tw rasa!!!!……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: