Guru Tidak Layak Mengajar, Mau Diapakan?

Harian Fajar Makassar (12/04/08) merilis berita yang sangat mencengangkan bagi dunia pendidikan di Sulawesi Selatan. Mengutip data yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdiknas), Fajar melaporkan bahwa sekitar 80 ribu guru di Sulsel tidak layak mengajar. Hampir 50 persen dari jumlah itu merupakan guru-guru yang mengajar pada tingkat sekolah dasar.

Sebagai gambaran, kualitas guru secara nasional dewasa ini memang cukup memprihatinkan. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional tahun 2004 menyatakan bahwa guru SD negeri yang tidak memenuhi kriteria layak untuk mengajar sesuai dengan bidang keilmuannya berjumlah 558.675 orang atau sebesar 45,2% sedangkan pada SD swasta sebanyak 50.542 orang atau setara dengan 4,1% dari total jumlah guru SD sebanyak 1.234.927 orang. Di tingkat SMP terdapat 108.811 guru negeri dan 58.832 guru swasta dari total guru sebanyak 466.748 orang (35,9%) yang dinilai tidak layak mengajar. Sementara  untuk tingkat SMA terdapat 35.424 guru negeri dan 40.260 guru swasta dari jumlah keseluruhan 230.114 orang (32.8%) dinyatakan tidak layak mengajar. Sedangkan di tingkat SMK, dari jumlah keseluruhan guru yang berjumlah 147.559 orang, yang dianggap tidak layak mengajar berjumlah 20.678 orang (guru negeri) dan 43.283 orang (guru swasta) atau sama dengan 43,3%.

Pada madrasah, Azyumardi Azra (2002) mengemukakan bahwa hanya 20 persen guru yang layak (qualified), 20 persen mismatch, dan 60 persen belum atau tidak layak (underqualified atau unqualified). Baca lebih lanjut

Iklan

Cerita Heboh di Hari Pertama Ujian Nasional SMA

Ujian nasional 2008 bagi siswa SMA telah di mulai hari ini. Beragam cerita dari berbagai daerah mewarnai UN kali ini. Cerita-cerita ini dihimpun dari berbagai media yang terbit on-line beberapa saat setelah pelaksanaan UN dimulai. Jika Anda ingin melanjutkan ke informasi lengkap setiap info, silakan klik link yang tersedia.

1. UN di Kantor Polisi, Apa Rasanya?

Ricky pusing. Sebanyak 50 soal Ujian Nasional (UN) Bahasa Indonesia yang baru saja dihadapinya terasa lebih sulit. “Pusing,” begitu kata Ricky.  Ricky, siswa kelas XII sebuah SMA Swasta di kawasan Slipi, Jakarta Barat itu, tengah terjerat kasus narkoba. Ia pun harus menjalani ujian dengan suasana yang jauh berbeda dengan teman-temannya. Tak di sekolah, tapi di kantor polisi. Jika teman-temannya bisa ‘pusing’ bersama di satu ruangan kelas, Ricky hanya menikmati ‘pusing’nya sendiri, ditemani petugas polisi yang kebetulan berada satu ruang di tempatnya ujian.
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/22/1119463/un.di.kantor.polisi.apa.rasanya

2. Satu Sekolah Tak Ikut Ujian Bahasa Indonesia

Seluruh siswa Sekolah Menengah Atas Dr Setia Budi di Jalan Air Bersih, Medan tidak dapat mengikuti soal ujian Bahasa Indonesia. Panitia ujian terlambat mengambil soal ke Dinas Pendidikan Kota Medan. Akibatnya, seluruh siswa hanya bisa mengikuti ujian matematika di hari pertama ujian nasional. http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/22/1407013/satu.sekolah.tak.ikut.ujian.bahasa.indonesia Baca lebih lanjut

Ujian Nasional Tinggal Hitungan Jam, Hati-hati Kunci Jawaban dan Bocoran Soal!

Ujian nasional 2008, khususnya bagi siswa SMA tinggal hitungan jam. Mungkin inilah saat-saat mendebarkan dan menegangkan bagi siswa yang akan mengikuti ujian nasional tahun ini. Mendebarkan dan menegangkan sebab perjuangan di bangku sekolah yang berlangsung selama tiga tahun akan ditentukan dalam beberapa hari ke depan. Seolah minggu ini mewakili, 3 tahun yang telah di lalui. Kalau gagal, maka gagallah perjuangan tiga tahun itu. Sebaliknya, jika berhasil, berhasil pula perjuangan tiga tahun tersebut.

Ketegangan mungkin akan melanda Anda yang berstatus siswa, karena Andalah yang akan berada di garis terdepan besok. Namun, kegalauan dan kecemasan bisa jadi akan dirasakan orang tua dan juga guru. Oleh karena itu, untuk Anda semua, mari bersantai dan melepaskan ketegangan.

Saat ini tidak perlu tegang, cemas dan takut. Sebaliknya optimislah. Bukankah semua usaha sudah Anda lakukan, semua doa juga telah dipanjatkan. Jadi, tidak ada yang perlu dirisaukan. Karena kerisauan tidak pernah membantu seseorang pun di dunia ini untuk keluar dari tekanan. Sebaliknya, optimisme dapat membangkitkan keyakinan dan kepercayaan diri. Baca lebih lanjut

Meraih Mimpi 2030

  Data Buku

  • Judul                 : Kurikulum yang Mencerdaskan; Visi 2030 dan Pendidikan Alternatif
  • Editor                : A. Ferry T. Indratno
  • Penerbit            : KOMPAS
  • Tahun Terbit      : 2007
  • Tebal                : 512 Halaman

  Baca lebih lanjut

Aduh,… IPA Bikin Was-was dalam Ujian Nasional!

Ujian Nasional 2008 tinggal menghitung hari. Minggu depan, siswa SMA sudah berhadapan dengan ujian. Segala daya dan upaya telah di lakukan. Try out hingga berkali-kali, bimbingan belajar intensif, dan tambahan jam belajar telah dilakukan. Doa-doa ampuh yang diyakini dapat membantu meluluskan juga sudah dipanjatkan. Nah…apakah itu berarti predikat lulus akan juga segera diraih selepas ujian. Tunggu dulu! Inilah masalahnya! Meskipun berbagai usaha sudah dikerahkan, rasa was-was tetap ada. “Lulus..tidak…lulus…tidak..!” itu yang ada di kepala sejumlah siswa saat ini dan tidak menutup kemungkinan akan menghantui hingga beberapa waktu mendatang. Baca lebih lanjut

Dag…Dig…Dug…Jelang Ujian Nasional

Ujian Nasional sudah di depan  mata. Siswa SMA, ujian nasional sisa tiga hari hari. Saat ini, merupakan saat terakhir sebelum bertempur pada medan UN. Ya.. mungkin jantung Anda sudah berbunyi dag…dig…dug…. Untuk itu, hal yang lebih penting dilakukan dalam sisa waktu yang singkat ini adalah: Baca lebih lanjut

DPR Gugat Slank, KPK Beri Bukti

                Mau tau gak mafia di senayan/

               kerjanya tukang buat peraturan/

               bikin UUD ujung-ujungnya duit/

 

Begitu bunyi satu bait lirik lagu slank yang membuat telinga ‘anggota DPR  memerah’. Melalui publikasi di media massa, DPR bahkan mewacakan untuk menuntut slank. Padahal, jika dicermati selacara menyeluruh syair lagu yang berjudul “Gosip Jalanan” itu, Slank secara lugas memberikan kritikan bukan hanya kepada DPR, tetapi juga kepada tentara, peradiran, dan lembaga pemasyarakatan. Suatu hal yang tentunya amat menarik ketika reaksi pertama ditunjukkan DPR. Apakah mereka betul-betul jauh dari apa yang ‘dituduhkan’ slank sehingga reaksi muncul begitu cepat?

 

Karya seni seperti lagu, puisi, karikatur hingga lukisan sejak dulu telah menjadi salah satu media ekspresi untuk menyampaikan kritik. Iwan Fals terkenal sebagai salah seorang seniman yang kerap melontarkan kritikan termasuk kepada anggota DPR.

 

Wakil rakyat seharusnya merakyat/

Jangan tidur waktu sidang soal rakyat

Wakil rakyat bukanlah paduan suara/

Baca lebih lanjut