Sedangkan Sapi Pun Protes

Kelangkaan BBM yang sering kali terjadi di negara kita akhir-akhir ini tak pelak lagi mendatangkan penderitaan bagi rakyat kita. Untuk sekadar mendapatkan dua liter minyak tanah, ibu rumah tangga mesti antre yang panjangnya hingga ratusan meter. Tukang ojek yang hendak mengisi bensin di SPBU harus menghabiskan waktu berjam-jam. Pekerja profesional dan kantoran terpaksa meninggalkan pekerjaan untuk mendapatkan BBM agar dapat sampai dikantor. Hidup akhirnya hanya dihabiskan di jalur antrean.

Ironis, di negeri yang kayak minyak ini warga hidup tak produktif. Waktu terbuang percuma sedemikian banyak. Stress! Asap dapur tak dapat mengepul. Perekonomian suram. Masalahnya, stok BBM tidak mengcukupi. 

Apa tidak lucu, Kalimantan yang menjadi ladang minyak kita justru kekurangan stok premiun dan solar (baca di www.migas.esdm.go.id edisi Selasa, 18 Desember).  ‘Kekeringan’ melanda ladang minyak kita. Lucu…lucu…. Indonesia, Republik Lucu!

Singkatnya ketaktersediaan BBM menimbulkan masalah baru bagi warga yang sebetulnya setiap saat menghadapi masalah akibat tak becusnya manajemen negara terhadap warganya. Susahnya mencari beras seliter minta ampun, begitu akan di masak, ya….ampun…. tak ada minyak tanah untuk memasaknya! Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kesusahan di atas kesusasahan = menderita.

Belum lagi harga BBM yang begitu tinggi, meski oleh pemerintah sudah diturunkan.  Efeknya berimbas hingga seluruh sektor kehidupan. Lengkaplah sudah penderitaan ini. Sudah harganya mahal, susah pula mendapatkannya.

sapi-ngamuk.jpg

Nah, mungkinkah sapi yang mencoba menanduk-nanduk papan reklame SPBU ini merupakan wujud protesnya karena menghilangnya BBM? Mungkinkah dia protes karena tak bisa diangkut ke tempat kurban menjelang Idul Adha karena ketiadaan BBM? Jawabnya, hanya si sapi yang tahu.

Atau si sapi menilai percuma tanda SPBU seperti ini kalau yang didapatkan setiap hari hanya informasi “Maaf, habis bensin! Maaf, habis solar!” Seandainya, si sapi bisa menjawab, mungkin dia akan berkata; “Maaf bos, belum habiskah kata maaf Anda”.

3 Tanggapan

  1. wahhhh…liat sapi jd mau pulang..*gubraks*…

  2. hmm BBM langka di indonesia, itu hal yg tragis!
    bahkan di kotaminyak, Balikpapan, masy mesti antre ber jam-jam demi seliter minyak tanah dan bensin…

    masya Allah!

  3. Kasian sapinya diiket ke tiang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: