Cara Cagub Meraih Simpati Publik di Soroako

Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan masih tersisa beberapa bulan lagi. Namun, aroma kampanye para Cagub/Cawagub mulai terlihat di mana-mana. Berbagai spanduk, baliho, maupun stiker dengan mudah dapat ditemukan. Tidak terkecuali di kota kecil seperti Soroako. Dari ketiga calon Cagub/Cawagub yang disebut-sebut akan maju dalam Pilkada November mendatang, semua melakukan kegiatan sosialisasi diri di kota kecil ini.

Berbagai media pun digunakan untuk sekadar memperkenalkan diri hingga meraih simpati publik, yang ujung-ujungnya tentu berharap dipilih di hari H kelak. Dari spanduk yang dipajang di pinggir jalan, hingga stiker di mobil-mobil pribadi maupun angkutan umum.

Usaha ‘keras’ merebut simpati masyarakat Soroako ini cukup unik. Mengingat penduduk yang memiliki hak pilih masih kurang dari 10 ribu jiwa. Jika dikalkulasi secara ekonomi, maka dapat dikategorikan high cost. Betapa tidak suara yang sedemikian kecil untuk ukuran pemilihan kepala daerah, diperebutkan dengan ongkos politik yang begitu mahal. He..he..Nampaknya mereka tidak tahu jika calon pemilihnya sungguh terbatas!

Pun mereka terkesan ‘menghalalkan’ segala cara untuk memperoleh citra positif, baik, peduli, ataupun berhasil. Tengok saja bunyi slogan salah satu colon gubernur yang ramai tertempel di angkutan umum maupun kendaraan pribadi. “Bersama (XXX, salah seorang cagub) Luwu Timur Lebih Sejahtera”. Ini seolah-olah mengesankan bahwa hanya Gubernur XXX yang berhasil mensejahterakan Lutim. Gubernur lainnya GAGAL, sehingga Sang Calon layak dipilih kembali. He..he.. bukanlah sejak Lutim berdiri sebagai daerah otonom, baru dipimpin satu orang gubernur.

Curi Start Kampanye

Sisi lain yang cukup memprihatinkan adalah curi start kampanye.Ini bisa dilihat dari baliho calon gubernur yang telah menyebut diri mereka sebagai Calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008-2013. Jelas ini curi start kan! Ingat, hingga saat ini, belum ada calon gubernur. Bukankah Cagub/Cawagub ditetapkan oleh KPU. Hingga saat ini, belum ada Cagub/Cawagub yang ditetapkan, karena memang tahapannya belum sejauh itu, he..he..mendaftar aja belum. Ya, yang ada adalah Cagub/Cawagub yang ditetapkan partai politik. Sehingga, baliho mereka mestinya dihiasi tulisan “Calon Gubernur/Wakil Gubernur Partai XXX).

Dari sisi pendidikan politik tentu hal ini bukan hal yang bagus. Apalagi di negeri yang baru membangun demokrasi. Bagaimana menurut Anda?

3 Tanggapan

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. Segala hal memang kelihatan seperti itu. Tapi itulah strategi politik yang kadang membuat kita jengah.

  3. Bersama (XXX, salah seorang cagub) Luwu Timur Lebih Sejahtera”

    ini klaim yang sanagat terburu2 dan percaya diri sekali, membuktikan bahwa kebiasaan ‘lama’ ndak mudah hilang…mengumbar janji tapi semua tahu, berdasarkan preseden umum di indonesia, pejabat setelah sukses naik ke podium kekuasaan tiba2 terjangkit penyakit lupa…..lupa diri, lupa pemilihnya….bahkan lupa daratan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: