Posted on 4 Desember, 2007 by Sultan
Akrab tetapi tak kenal wajah. Itulah yang dialami sejumlah anggota milist, termasuk milist buginese. Interaksi melalui diskusi, saling sapa, ledekan, atau sekadar coddo rantasa memberi kedekatan satu sama lain. Namun, keakraban di email itu tak berarti mereka akrab dengan wajah masing-masing. Justru sebaliknya, wajah-wajah teman diskusi itu terasa asing, sebabnya tak sekalipun anggota ini bertemu [...]
DIarsipkan di bawah: Sorowako | 6 Komentar »
Posted on 20 Agustus, 2007 by Sultan
Perjumpaan saya dengan Sorowako bermula di suatu hari pada bulan September 2001. Kala itu, hatiku sedang dilanda kepanikan sebagai pengangguran yang baru saja lahir dari ‘rahim’ perguruan tinggi. Walaupun banyak orang mengatakan bahwa panik sebagai sarjana baru itu biasa saja, namun perasaaan was-was tetap saja melanda diriku. Hingga akhirnya tawaran untuk bergabung dengan Yayasan Pendidikan [...]
DIarsipkan di bawah: Sorowako | 9 Komentar »
Posted on 23 Juli, 2007 by Sultan
Jurnalisme participatory kini berkembang sebagai trend baru dunia jurnalistik. Sebuah model pengelolaan media berbasis warga yang dikenal dengan citizen journalism. Melalui citizen reporter, berbagai informasi aktual dapat terpublikasi ke publik dengan cepat. Citizen reporter yang notabene merupakan orang biasa bekerja layaknya wartawan dalam melaporkan suatu informasi. Ya, jurnalisme dari warga untuk warga!
Jurnalisme model baru [...]
DIarsipkan di bawah: Sorowako | 3 Komentar »
Posted on 11 Juli, 2007 by Sultan
Beberapa hari lalu, warga Soroako, utamanya yang berprofesi sebagai petani menggelar sebuah ritual budaya yang dikenal dengan Padungku. Padungku merupakan pesta panen yang digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian yang diperoleh. Warga Soroako dewasa ini menggelar ritual Padungku setiap dua kali panen.
Dalam ritual ini, masyarakat berkumpul dan bergembira menikmati sajian makanan dan [...]
DIarsipkan di bawah: Sorowako | 3 Komentar »